Pontianak Creative & Culinary Festival 2019

Peluncuran Buku Bersama Penulis Kalimantan barat


Pada hari Rabu, 16 Oktober 2019 saya dan teman-teman sekelas pergi ke mega mall untuk menghadiri acara “Pontianak Creative & Culinary Festival 2019” saya dan teman-teman sekelas mengikuti kegiatan literasi “Peluncuran Buku bersama Penulis Kalimantan Barat”. Kegiatan ini kami lakukan untuk mengganti mata kuliah kami di hari senin, kami diberi tugas oleh Dosen untuk pergi ke acara ini. Acara Pontianak Creative & Culinary Festival 2019 ini diadakan di halaman parkir Mega Mall Ayani. Acara dimulai pada pukul 10:30 WIB. Saya dan teman-teman pergi setelah mata kuliah Bahasa Inggris, setelah sampai di Mega Mall saya dan teman-teman langsung menuju tempat diadakannya acara. Ada beberapa penampilan yang dipersembahkan, seperti Dance, Vocal Solo dan kata sambutan dari Ibu Emi Meliana. Acara selanjutnya, ada Launching Buku karya dari beberapa penulis yang ada di Kalimantan Barat diantaranya :
1. 1.   Ibu Tuti dengan karyanya “Perempuan Inspirasi” & “Sekijo Fremia”
2.  2.  Ibu Dewi Karpita Sari dengan karyanya “Antologi 120 jam” & “Antologi Journey Of Life”
3.  3.   Ibu Dede Yeti Sumina, dengan karyanya “Senja Itu Maghrib” & “Kupu-Kupu Coklat”
4.  4.  Ibu Eka Yulianti, dengan karyanya “Breakly Personality”
5.  5.   Ibu Ema Amalia Marantika, dengan karyanya “Belenggu Haru Bala Bejana”
6.  6.   Ibu Juniawati, dengan karyanya “Diary Makrempong” & “Sistem Penyiaran di Indonesia”
7.  7.  Ibu Eka Damayanti, dengan karyanya “Tentang Cinta” & “Hemoglobin Cinta”
8. 8.  Ibu Ainun Bell, dengan karyanya “Pengundi Maut”, ”Cinta Seorang Hacker”, “Kepak Sayap Kasih”, & “Seribu Warna Tentang Ayah”
9. 9.  Ibu Eka Pabetay, dengan karyanya “ Rujak Cinta Ibu Peri” & “Romansa Satu Atap”
Dari beberapa penulis diatas saya mendapat banyak motivasi dari Ibu Dede Yeti Suminar “perbanyaklah membaca dan membuat sesautu yang baru, lakukanlah dengan sungguh-sungguh”. Ibu Dewi juga menyampaikan bahwa “Semua orang bisa menulis, tips menulis dari ibu Dewi adalah kita harus menulis dari apa yang pernah kita alami jadi kita bias tau bagaimana jalan ceritanya, seperti yang ibu Dewi katakan ,dia menulis itu berawal dari patah hati, menulis itu berawal dari sebuah permasalahan yang susah diungkap. Ada juga Motivasi yang disampaikan oleh Ibu Eka Damayanti “seorang penulis yang baik itu adalah seorang pembaca yang baik” beliau juga berkata “jangan patah arah sebelum memulai, jangan hanya jadi konsumen, jangan hanya jadi penikmat saja, mari kita ambil bagian, jangan merasa cukup sebagai penikmat kita harus ambil bagian, dan fastabiqul khairat berlomba-lombalah dalam kebaikan”. Di acara Peluncuran Buku Bersama Penulis Kalimantan Barat juga diisi dengan hiburan-hiburan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Kompetensi Guru Profesional